Tentang Stunting

Apa itu Stunting ?

  • Ringkasan
  • Lanjutan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (PB/U atau TB/U). Tinggi badan hanya penunjuk fisik, namun dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan dari stunting adalah hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta gangguan metabolik pada saat dewasa sehingga berisiko menderita penyakit tidak menular.

Banyak orang berpikir bahwa tinggi seorang anak bergantung pada faktor genetik (keturunan) dan tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperbaikinya. Padahal, stunting disebabkan karena seseorang tidak mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat pada jangka waktu yang lama (kronik). Sehingga, stunting sebenarnya dapat dicegah dengan asupan gizi yang memadai, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Secara global, stunting berkontribusi sebesar 15-17 persen pada kasus kematian anak. Anak yang stunting akan mengalami kesulitan belajar sehingga kurang berprestasi di sekolah dan kurang produktif saat dewasa. Stunting dapat menurunkan penghasilan sebanyak 20 persen. Hal ini menjadikan mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup sehingga terus berada dalam kemiskinan.

Angka stunting yang besar di Indonesia merupakan masalah serius. Artinya, negara memiliki jutaan anak kurang gizi yang kesulitan berprestasi di sekolah serta kurang mampu mendapatkan cukup penghasilan saat dewasa sehingga sulit berkontribusi untuk membangun ekonomi bangsa. Oleh karena itu, stunting menjadi salah satu ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia.

Berikut data stunting indonesia dari 3 tahun terakhir hingga saat ini

0

2020

0

2021

0

2022

Gejala Stunting

Apa saja gejala
utamanya pada anak ?

Berikut ini adalah beberapa gejala stunting pada anak yang harus diwaspadai oleh para orangtua, diantaranya adalah:

  • Pertumbuhan tulang pada anak yang tertunda
  • Berat badan rendah apabila dibandingkan dengan anak seusianya
  • Sang anak berbadan lebih pendek dari anak seusianya
  • Proporsi tubuh yang cenderung normal tapi tampak lebih muda/kecil untuk seusianya.

Upaya pencegahan untuk mengatasi stunting pada anak adalah hal yang utama.

Pencegahan Stunting

Cara Mencegah Stunting

Rutin memantau pertumbuhan perkembangan pada balita

Pemberian
makanan tambahan (PMT)
untuk balita

Melakukan
stimulasi dini
perkembangan
anak

-->
Peta Sebaran Stunting Indonesia

Sebaran kerentanan stunting
di indonesia

Mari cek anak Anda
Apakah Stunting ?